Wajib Untuk Anda Perhatikan Sebelum Mencukur Rambut Kemaluan

Womenhealthandbeauty – Beberapa orang memiliki kebiasaan mencukur rambut kemaluan karena berbagai alasan, karena alasan kebersihan atau kenyamanan saat bercinta. Apa pun alasannya, ketika Anda memutuskan untuk mencukur rambut kemaluan, Anda harus berhati-hati. Ini dilakukan untuk menghindari iritasi atau adanya infeksi setelah bercukur. Infeksi biasanya muncul karena Anda tidak memahami cara mencukur rambut kemaluan dengan baik dan benar.

Kebiasaan mencukur rambut kemaluan bukan menjadi hal yang aneh bagi setiap orang. Bahkan ada beberapa orang ingin selalu bersih pada area kemaluan dengan mencukur rutin etiap waktu. Umumnya mereka hanya mencukur tanpa mengetahui iritasi yang akan tumbuh setelah melakukannya. Karena jenis kulit setiap orang sangat berbeda beda. Untuk anda yang memiliki kulit sensitive sangat tidak disarankan untuk rutin mencukur bersih rambut pada area kemaluan, hal ini ditekankan untuk menghindari iritasi yang muncul dikemudian hari. Pada dasarnya, mencukur rambut kemaluan adalah pilihan pribadi. Itu sebabnya Anda bebas memilih untuk bercukur atau tidak. Lebih penting lagi, Anda harus secara teratur menjaga kebersihan area genital sehingga tidak ada infeksi atau iritasi setelahnya. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika Anda ingin mencukur rambut kemaluan.

Hal apa yang harus diperhatikan sebelum mencukur rambut kemaluan

1. Mencukur bisa menyebabkan abses

Beberapa wanita mengaku mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan setelah mencukur rambut kemaluan mereka. Salah satunya adalah munculnya abses di kulit sekitar alat kelamin. Abses adalah akumulasi nanah yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui folikel rambut. Jika ditangani segera, itu tidak terlalu berbahaya. Anda dapat mengurangi risiko ini dengan minum antibiotik dan yang terpenting, selalu ingat untuk menjaga kulit tetap bersih di sekitar alat kelamin setelah bercukur. Pastikan area bagian alat kelamin anda tidak dalam keadaan lembat, jadi gunakan celana dalam yang sedikit longgar agar area tersebut bisa bernafas dengan baik jadi tidak akan muncul iritasi yang tumbuh.

2. Mencukur dengan pisau cukur adalah cara teraman

Ada beberapa cara untuk menghilangkan rambut kemaluan, termasuk waxing, mencukur dengan pisau cukur khusus dan laser. Tetapi laser dan hair removal hanya dapat dilakukan oleh para ahli profesional. Selain itu, keduanya juga membutuhkan sedikit uang untuk perawatan. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology, mencukur adalah metode yang paling aman. Meskipun demikian, Hugh Byrne, konsultan ginekolog AS, mengatakan waxing dan pisau cukur menimbulkan risiko yang sama. Terutama jika Anda tidak merawat kulit kemaluan dengan benar setelah bercukur atau waxing. Merawat kulit kemaluan setelah melakukan proses tersebut akan jauh lebih baik dari pada mengabaikannya.

3. Gunakan krim penghilang rambut

Tidak seperti waxing dan pisau cukur, penggunaan krim obat menghilangkan rambut tidak akan menyebabkan trauma fisik pada kulit. Memang, bahan kimia dalam krim secara otomatis akan menjatuhkan rambut kemaluan Anda beberapa menit setelah digunakan. Bahkan dalam hal ini, Anda juga harus waspada. Pada orang dengan kulit sensitif, krim ini dapat menyebabkan iritasi. Pastikan anda berkonsultasi pada dokter kulit terlebih dahulu sebelum menggunakan krim tersebut agar tidak terjadi hal hal yang tidak baik dikemudian hari.

4. Rambut tumbuh ke dalam

Selain risiko infeksi, mencukur rambut kemaluan memiliki efek samping menghilangkan rambut dari lapisan luar kulit, menghasilkan pertumbuhan kembali rambut di lapisan kulit setelah beberapa hari. Adanya sisa rambut dan tumbuhnya rambut di lapisan kulit ini memang akan menimbulkan ketidaknyamanan, rasa sakit, dan gatal. Meski begitu, sisa rambut ini sebenarnya tidak berbahaya, dan ini adalah efek samping paling umum setelah mencukur rambut kemaluan.

5. Menggunakan gunting rambut mungkin merupakan solusi lain

Bagi Anda yang takut atau takut mencukur rambut mereka dengan pisau cukur, Anda menggunakan gunting rambut. Pilih gunting yang dirancang khusus untuk memotong rambut tubuh halus. Perlahan dan hati-hati, potong rambut kemaluan secara bertahap agar lebih pendek dan tajam. Tapi jangan lupa untuk memisahkan gunting yang Anda gunakan untuk mencukur rambut kemaluan dengan gunting lainnya setiap hari!

6. Meningkatkan risiko penyakit yang menular

Menurut sebuah studi tahun 2012, pemakaian pisau cukur rambut kemaluan meningkatkan risiko penyebaran dan penularan penyakit menular seksual seperti herpes dan kutil kelamin. Karena mencukur area genital akan mempengaruhi membran kulit, sehingga memudahkan masuknya bakteri ke dalam pori-pori.

7. Berbahaya bagi wanita gemuk mencukur rambut kemaluan

Sebuah penelitian baru-baru ini di Amerika Serikat, yang diterbitkan di Telegraph, menemukan bahwa mencukur rambut lebih berbahaya dari sebelumnya bagi wanita gemuk. Karena kulit wanita gemuk lebih berisiko digosok dengan kulit lain. Nah, jika rambut kemaluan dicukur, risiko cedera dan iritasi akan meningkat.